Rumahku Di Dunia Maya

Desember 25, 2007

25 Dec 2007: Ulang Tahun Pernikahan Orangtua Tercinta yang ke 46

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — djadja @ 9:42 am
Hari ini (25 Dec 2007) adalah Ulang Tahun Pernikahan Orangtua Tercinta yang ke 46. Beliau berdua menikah di Bandung dan telah melahirkan 2 orang putra dan 1 orang putri dengan 3 cucu. Foto keluarga kami tersebut dapat dilihat disini…..

Apa yang anda renungkan dari kejadian ini? Kesetiaan? Komitmen? Komunikasi? Kasih Sayang? Syariat Agama? Atau Yang Lain…..

Silahkan isi jajak pendapatnya….

Desember 21, 2007

Hidup Itu Harus Mengganjilkan dan Menggenapkan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — djadja @ 4:56 am

Saat Mentoring lebih dari 3 dekade yang lalu di Masjid Salman-Bandung, saya pertama kali memperoleh pencerahan mengenai Hidup Itu Harus Mengganjilkan dan Menggenapkan. Hhmm…..Apa artinya ya….

Mirip dengan bilangan ganjil dan genap dalam pelajaran matematika….Saat itu salah satu mentor mengibaratkan kalimat di atas dengan adanya garam dalam masakan. Tanpa garam, masakan akan terasa hambar dan hanya cocok bagi orang2 yang sedang diet untuk mencegah penyakit…….Begitu pula ketidak-hadiran atau ketidak-ikut-sertaan seseorang yang sangat berarti bagi keluarga, komunitas, organisasi, institusi atau perusahaan akan membuat suatu aktifitas atau pekerjaan menjadi berkurang artinya, “hambar”, terbengkalai atau gagal total (…gatot ). Sebaliknya, kehadirannya akan menumbuhkan semangat, nilai juang kelompok (Team Patriotism), kerja sama dan atmosfir yang membuat aktifitas atau pekerjaan menjadi bernilai tinggi (above average return)…..

Untuk itulah kehadiran kita di semua kondisi harus diusahakan agar berarti….dan menjadi tolok ukur (baca: panutan) bagi banyak orang…..Akan sangat baik bila kita bisa menjadi “Personal Long Lasting Brand” yang amanah, tawaddu & sabar dalam menghadapi semua kondisi kehidupan…..

Memang…..Hidup Itu Harus Mengganjilkan dan Menggenapkan

Desember 19, 2007

Distorsi Lebih Besar Dari Informasi

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — djadja @ 7:38 am
Istilah ini sering saya pergunakan bila ingin menyitir (baca: agak menyindir) bahwa kehidupan itu harus selalu diukur dari selera kebanyakan orang, kebiasaan, pergaulan atau karena “sesuai rating TV”……Mungkin pada saat SMU atau SMK kita masih ingat bahwa suatu “informasi dapat ditumpangkan pada gelombang pembawa (carrier)”….Namun bila gelombang termodulasi itu (informasi dan “carrier”), pada saat pengiriman terganggu oleh distorsi terlalu besar, maka informasinya akan berubah atau rusak dan tidak akan sama lagi dengan informasi semula…….

Bisakah kita mengerti dan menghayati bahwa kelak kehidupan itu bukan sekedar harus mirip atau sama dengan orang lain……Mungkin banyak contoh pengusaha yang sukses….ilmuwan yang hebat,…pemimpin yang cemerlang,…ulama yang zuhud, pekerja yang baik, orang tua teladan, anak yang sholeh,….dan banyak contoh lagi….melakukan terobosan (kadang “pemberontakan”) yang kadang tidak terpikirkan pada zamannya.

Mereka dibekali dengan naluri (kadang kalbu) bahwa tidak selamanya “data mentah” yang mereka terima adalah sesuatu nilai yang “mutlak”. Keingintahuan untuk mencari kebenaran hakiki selalu menjadi bekal dan dasar semua pemikiran serta tindakan mereka sehingga menghasilkan “above average return”…..Mereka punya kemampuan memilah informasi dari distorsi yang ada dengan teliti dan sabar…serta punya hikmah bahwa seringkali “Distorsi Lebih Besar Dari Informasi”.

Wallahu Alam Bissawab…..

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.