Apa yang anda renungkan dari kejadian ini? Kesetiaan? Komitmen? Komunikasi? Kasih Sayang? Syariat Agama? Atau Yang Lain…..
Silahkan isi jajak pendapatnya….
Apa yang anda renungkan dari kejadian ini? Kesetiaan? Komitmen? Komunikasi? Kasih Sayang? Syariat Agama? Atau Yang Lain…..
Silahkan isi jajak pendapatnya….
Saat Mentoring lebih dari 3 dekade yang lalu di Masjid Salman-Bandung, saya pertama kali memperoleh pencerahan mengenai Hidup Itu Harus Mengganjilkan dan Menggenapkan. Hhmm…..Apa artinya ya….
Mirip dengan bilangan ganjil dan genap dalam pelajaran matematika….Saat itu salah satu mentor mengibaratkan kalimat di atas dengan adanya garam dalam masakan. Tanpa garam, masakan akan terasa hambar dan hanya cocok bagi orang2 yang sedang diet untuk mencegah penyakit…….Begitu pula ketidak-hadiran atau ketidak-ikut-sertaan seseorang yang sangat berarti bagi keluarga, komunitas, organisasi, institusi atau perusahaan akan membuat suatu aktifitas atau pekerjaan menjadi berkurang artinya, “hambar”, terbengkalai atau gagal total (…gatot
). Sebaliknya, kehadirannya akan menumbuhkan semangat, nilai juang kelompok (Team Patriotism), kerja sama dan atmosfir yang membuat aktifitas atau pekerjaan menjadi bernilai tinggi (above average return)…..
Untuk itulah kehadiran kita di semua kondisi harus diusahakan agar berarti….dan menjadi tolok ukur (baca: panutan) bagi banyak orang…..Akan sangat baik bila kita bisa menjadi “Personal Long Lasting Brand” yang amanah, tawaddu & sabar dalam menghadapi semua kondisi kehidupan…..
Memang…..Hidup Itu Harus Mengganjilkan dan Menggenapkan
Bisakah kita mengerti dan menghayati bahwa kelak kehidupan itu bukan sekedar harus mirip atau sama dengan orang lain……Mungkin banyak contoh pengusaha yang sukses….ilmuwan yang hebat,…pemimpin yang cemerlang,…ulama yang zuhud, pekerja yang baik, orang tua teladan, anak yang sholeh,….dan banyak contoh lagi….melakukan terobosan (kadang “pemberontakan”) yang kadang tidak terpikirkan pada zamannya.
Mereka dibekali dengan naluri (kadang kalbu) bahwa tidak selamanya “data mentah” yang mereka terima adalah sesuatu nilai yang “mutlak”. Keingintahuan untuk mencari kebenaran hakiki selalu menjadi bekal dan dasar semua pemikiran serta tindakan mereka sehingga menghasilkan “above average return”…..Mereka punya kemampuan memilah informasi dari distorsi yang ada dengan teliti dan sabar…serta punya hikmah bahwa seringkali “Distorsi Lebih Besar Dari Informasi”.
Wallahu Alam Bissawab…..