Tertib Lalu Lintas: Hak Dan Kewajiban Anak, Orang Tua Serta Masyarakat

Tertib Lalu Lintas-01

Tertib Lalu Lintas

Menurut Wikipedia, Lalu lintas di dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan, sedang yang dimaksud dengan Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung.

Tertib Lalu Lintas mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas. Tata cara berlalu lintas di jalan diatur dengan peraturan perundangan menyangkut arah lalu lintas, prioritas menggunakan jalan, lajur lalu lintas, jalur lalu lintas dan pengendalian arus di persimpangan.

Ada tiga komponen terjadinya lalu lintas yaitu manusia sebagai pengguna, kendaraan dan jalan yang saling berinteraksi dalam pergerakan kendaraan yang memenuhi persyaratan kelaikan dikemudikan oleh pengemudi mengikuti aturan lalu lintas yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan yang menyangkut lalu lintas dan angkutan jalan melalui jalan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Manusia sebagai pengguna dapat berperan sebagai pengemudi atau pejalan kaki yang dalam keadaan normal mempunyai kemampuan dan kesiagaan yang berbeda-beda (waktu reaksi, konsentrasi dll). Perbedaan-perbedaan tersebut masih dipengaruhi oleh keadaan fisik dan psikologi, umur serta jenis kelamin dan pengaruh-pengaruh luar seperti cuaca, penerangan/lampu jalan dan tata ruang.
  2. Kendaraan  digunakan oleh pengemudi mempunyai karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, percepatan, perlambatan, dimensi dan muatan yang membutuhkan ruang lalu lintas yang secukupnya untuk bisa bermanuver dalam lalu lintas.
  3. Jalan merupakan lintasan yang direncanakan untuk dilalui kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor termasuk pejalan kaki. Jalan tersebut direncanakan untuk mampu mengalirkan aliran lalu lintas dengan lancar dan mampu mendukung beban muatan sumbu kendaraan serta aman, sehingga dapat meredam angka kecelakaan lalu-lintas.

Hak Dan Kewajiban Warga Negara

Ketika membicarakan hak dan kewajiban warga Negara maka itu akan mengandung 3 hal yaitu hak, kewajiban dan warga Negara, tentu saja ketiga hal itu memiliki arti sendiri-sendiri. Menurut Prof. Dr. Notonegoro Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Sedangkan pengertian kewajiban menurut Prof. Dr. Notonegoro wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban pada intinya adalah sesuatu yang harus dilakukan. Warga Negara adalah rakyat yang menetap di suatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan Negara. Dalam hubungan antara warga Negara dan Negara, warga negara mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warga Negara juga mempunyai hak-hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh Negara.

Peran Anak, Orang Tua Serta Masyarakat  Demi Tertib Lalu Lintas  

Kendaraan bermotor pada umumnya digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunanya juga bukan untuk sembarang orang, melainkan masyarakat yang berumur 17 tahun ke atas dan sudah mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sah. Itu persyaratan resminya. Seiring berlalunya waktu, penggunaan kendaraan bermotor memiliki arti baru, yaitu menunjukkan rasa gengsi. Parahnya, pengguna kendaraan bermotor seringkali tidak memiliki SIM, tidak menggunaan pengamanan standar dan bahkan belum juga berumur 17 tahun.

Masyarakat kini menjumpai anak-anak yang kurang lebih berumur 10-15 tahun mengendarai motor tanpa helm, SIM bahkan mengenakan seragam sekolah SD/SMP. Kadang, mereka juga mengikutsertakan satu hingga dua teman untuk dibonceng dengan motornya. Pemandangan itu memang jarang dilihat di jalan raya, tapi sering ditemui di jalan-jalan sempit atau gang-gang tertentu.

Kadang mereka mengendarai motor atau mobil untuk bepergian ke sekolah atau sekadar pergi ke warung di  jalan atau gang sebelah. Tak jarang, tilang dan kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Bahkan ada saja tabrakan hingga beberapa nyawa melayang. Aksi anak di bawah umur mengendarai mobil dan motor sudah bukan pemandangan yang luar biasa. Tanpa adanya kerjasama dari masyarakat khususnya pihak sekolah dan orang tua, maka kan terjadi kecelakaan yang tidak diharapkan. Orang tua harus ikut aktif karena keselamatan lalu lintas dimulai dari dari keluarga agar tidak terjadi kecelakaan seperti yang dialami Abdul Qadir Jaelani (Dul) Putra musisi Ahmad Dhani yang masih berumur 13 tahun. Mari kita tanyakan sekali lagi apa makna dari kasih sayang orang tua pada putra-putrinya………..

Kejadian tersebut merupakan cerminan kurangnya disiplin dalam berkendara. Kontrol orang tua yang kurang, kemungkinan menjadi sebab dari akibat-akibat yang ditimbulkan. Namun, tak jarang pula orang tua membiarkan anak-anaknya menggunakan kendaraan bermotor demi gengsi. Tak bisa dimungkiri, rasa gengsi yang besar baik dari anak-anak tersebut maupun dari orang tuanya menyebabkan ketidakdisiplinan dalam berkendara.

Perlu kesadaran dalam diri para orangtua maupun anak-anaknya bahwa gengsi yang bersifat negatif akan berdampak pada hal-hal yang kurang baik. Lebih penting lagi, kedisiplinan perlu ditegakkan sejak usia dini. Peraturan tentang tata tertib lalu lintas hendaknya dipatuhi. Sebagai masyarakat dan orang tua yang peduli, seharusnya memberi contoh yang baik tentang kedisiplinan dalam berkendara dan niscaya akan lebih mengena ketimbang nasihat berupa kata-kata semata.

About these ads

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Tulisan ini dipublikasikan di Anak, Ayah, Ibu, Jakarta, Keluarga, Pemikiran, Pribadi, Tokoh dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tertib Lalu Lintas: Hak Dan Kewajiban Anak, Orang Tua Serta Masyarakat

  1. jajangniduyhaw berkata:

    keren om blognya, cara dapat pagerank gmn tuh ane dah pringkat 2jtan d alexa lum dapet hhe thanks om

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s