Daya saing pariwisata Indonesia di antara negara ASEAN lainnya

Indonesia masih belum maksimal dalam mengoptimalkan potensi pariwisata. Indonesia punya keunggulan dalam hal sumber daya alam, dalam hal ini Indonesia punya wisata alam yang sukar ditandingi di kawasan Asia. Kita punya pantai, gunung, hutan, danau, hingga gurun pasir. Di dunia, daya saing wisata alam Indonesia berada di peringkat 14. Di Asia Tenggara, peringkat kita hanya kalah dari Thailand.

Selain perkara sumber daya alam, Indonesia juga amat unggul dalam pilar Price Competitiveness (PC), alias daya saing harga. Biaya hidup di Indonesia memang dianggap murah di seluruh dunia. Dalam pilar kedelapan ini, kita berada di peringkat 5 di seluruh dunia. Hanya kalah oleh Iran, Mesir, Malaysia, dan Algeria. Ini artinya, dengan biaya hidup dan biaya wisata yang dianggap murah, Indonesia akan menjadi tujuan wisata. Sebab daya saing harga adalah komponen amat penting dalam indeks daya saing pariwisata sebuah negara (tengok Forsyth dan Dwyer, 2014).

Dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya tantangan terbesar bagi Indonesia ada pada penguasaan bahasa asing, IT dan manajemen, sudah saatnya Indonesia bersanding dari segi kualitas bukan dari kuantitas.

Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sepanjang 2018 mencapai 136,2 juta kunjungan. Jumlah tersebut tumbuh 8,34% dari tahun sebelumnya. Di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, negara-negara ASEAN mencoba mendulang devisa dari para turis asing yang berkunjung ke destinasi wisata di negaranya masing-masing. Destinasi-destinasi wisata di Thailand masih menjadi pilihan para wisman yang berkunjung ke Asia Tenggara. Ini tercermin dari kedatangan wisman ke Negeri Gajah Putih pada 2018 mencapai 38,3 juta. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan sembilan negara lainnya atau setara dengan 28% dari total kunjungan wisman ke ASEAN. Sementara itu, Indonesia berada di urutan ke-4 setelah Singapura.

Hal ini dibahas dalam seminar yang bertajuk “Kesiapan Sektor Pariwisata Indonesia dalam Kompetisi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” oleh Lingga Setiawan yang menuturkan bahwa Kementerian Luar Negeri sangat mengapresiasi sambutan terhadap Sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang menjadi program Kementerian Luar Negeri dalam paparannya, Lingga menyampaikan bahwa proses integrasi Ekonomi di negara ASEAN sebenarnya sudah lama, sejak tahun 1982. Puncaknya adalah pelaksanaan MEA 2015 ini. “Para pemimpin ASEAN sepakat untuk membangun pilar Ekonomi ASEAN yang menjadi MEA ini. Tak hanya pilar ekonomi yang dibangun, tetapi juga pilar politik dan sosial budaya” ungkap Lingga dalam paparannya.

Kemudian lanjut dia, ASEAN harus people centered, people oriented, termasuk di sektor pariwisata. Kemenlu harus memikirkan apa manfaatnya bagi rakyat Indonesia, tapi pada prinsipnya Kemenlu hanya memberikan advice kepada kementrian pariwisata dalam proses negosiasi tersebut. Memastikan cita-cita bersama tercapai. diantaranya yaitu kebijakan Nonsetting, yaitu bagaimana membuat kesepakatan mengenai jasa kepariwisataan, ditentukan sesuai dengan kemampuan kita yang pada pelaksanaannya tidak boleh melangkahi akad NKRI dan harus taat pada aturan-aturan yang berlaku.

Sementara itu Prof HM Amansyah mengatakan Bidang Pengembangan Kepariwisataan di Kementrian Pariwisata pada saat ini sedang mengembangkan health tourism, dari segi potensi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, yaitu 17.540 pulau, 252 suku bangsa, 250 bahasa daerah, 7,5 km2 luas Negara dan pada tahun ini pemerintah memberikan anggaran yang cukup besar untuk sektor pariwisata sebesar 5,4 triliun dan pertumbuhan pariwisata 9,3% jauh diatas pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,4%.

Beliau mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir untuk jangan hanya berbangga jika menjadi turis di Negara asing karena siapa lagi yang bisa mempromosikan Indonesia kalau bukan bangsanya sendiri. Beliau optimis Indonesia dapat meningkatkan kualitas dan daya saing, beberapa langkah strategis telah dilakukan diantaranya Sertifikasi SDM Pariwisata per tahun. Mensertifikasi lulusannya dengan standar ASEAN.

Kelemahan Indonesia adalah pada infrastruktur, isu-isu keamanan, global warning, bencana alam. Kita juga memiliki kewajiban untuk mengawasi anggaran promosi pariwisata apakah sudah tepat sasaran seperti apakah sudah ditujukan kepada komunitas yang tepat, apakah media yang digunakan sudah efektif dan monitoring bersama. Karena mengejar target wisatawan sebanyak 20 juta wisatawan di 2019/2020 merupakan kerja keras bersama. Kita harus bekerjasama untuk mendukung sektor pariwisata di Indonesia, mampu melihat peluang-peluang yg diciptakan oleh pemerintah untuk menciptakan destinasi wisata baru. Tantangan yg harus dipelajari termasuk added value-nya.

Dipublikasi di Dosen, Indonesia, Leadership, Lecture, Pemangku Kepentingan, Pemikiran, Wirausaha, Wisata | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

The Good Old Times….Mengbal di Taman Selatan Gedung Sate Bandung.

The Good Old Times….

Teringat saat masih di sekolah di SD Muararajeun VII, SMP Negeri 5 Bandung sampai dengan SMA Negeri 5 Bandung terutama saat ramadhan, mengbal di taman selatan gedung sate Bandung. Permainan dilakukan setelah sholat subuh mininal sampai jam 9 karena selama Ramadhan sekolah libur. Dilanjutkan bada dhuhur sampai sebelum adzan buka shaum Ramadhan.

Tidak ada kata capek saat itu karena permainan dilakukan secara fair play dan sangat menggembirakan.

Kadang permainan diselingi gatrik dari rumah sampai tempat yang sama. Saat itu yang kalah harus menggendong lawan mainnya sampai ke rumah…

Untuk memahami atmosfir Muararajeun, mari kita simak karya yang dikutip dari Blog “Rohangan DalapanLima ( 85)” sebagai berikut:
Kinanti

toko-toko tos kakepung
ku pe-ka-el nu balantik
nu daragang sakarepna
masang saung hateup plastik
teu ngawaro mun dicaram
pokona mah kuma uing

atuh toko teh balangkrut
sabab suwung nu mareuli
etalase kahalangan
trotoarna ge rarujit
nu balanja haroream
kalah neangan nu lain

ka wetan mobil teh maju
kahalang kareta api
jalana teh alon pisan
kakulonkeun henteu lincig
motor padedet di jalan
teu sabar pagiling gisik

kareta atos ngalangkung
palang beusi tos ditarik
tengen kiwa toko aya
nu icalan elektronik
shelter beus tos pinuh jalma
reg atuh beus eureun deui

tidinya mah atuh langsung
ngaliwatan lapang persib
waas mah jaman baheula
lalajo teu boga karcis
kuring jeung batur sok nojal
diudag-udag pulisi

benteng lapang warna paul
kaos persib oge sami
eta teh warna sagara
nu jero tur ayem tingtrim
matak lamun arek mengbal
poma ulah bari licik

di payun bade dipaju
parapatan jalan laswi
macetna langkung pohara
sihoreng taya pulisi
setopan pareum teu caang
mobil pabaliut deui

tapi saparantos kitu
mobil teh ngarandeg deui
di pombengsin anu lega
sim kuring turun ngagejlig
di parapatan suprataman
margi bade gentos mobil

oplet coklat anu butut
teu dititah ge geus ngarti
manehna eureun sorangan
dihandapeun tangkal kai
sim kuring atuh clak tumpak
ka kalerkeun ngincig deui

muararajeun dituju
eta tempat gawe kuring
di jalan raya supratman
genep dalapan nu pasti
sukurna alhamdulillah
jam tujuh kuring tos dugi

tah lalampahan teh kitu
mios tadi ti sayati
muararajeun diseja
dina pupuh kuring nganggit
tebih pisan ti sampurna
wayahna da sanes ahli

Dipublikasi di Anak, Ayah, Bandung, Keluarga, Muararajeun, Nostalgia, Pribadi, Puisi | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Belajar lagi dari seorang profesor kehidupan, Ema Munirah namanya

79547090_10220717696322672_2341050256298344448_o
Belajar lagi dari seorang profesor kehidupan, Ema Munirah namanya ….. Ia seorang penjual gorengan yang Setiap hari berkeliling disekitar sukasenang, sukarajin dan sekitarnya di Bandung timur….. Hari Ini pelanggannya adalah Saya dan tukang yang sedang membangun di sebelah rumah.

Walaupun usianya sudah 73 tahun ia masih sehat dan semangat menyambut rezeki yang halal dan baik dengan riang gembira….. Beliau juga mengatakan bahwa Setiap malam terus belajar agama dan menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya.

Karena itu, jika saat ini saya, engkau atau siapa saja sedang mengalami ketidaknyamaan hidup. Sedang berada pada saat-saat tersulit. Sedang merasa teraniaya atau didholimi. Mengalami berbagai macam kesulitan, atau apa saja yang intinya suatu kondisi yang tidak pernah diharapkan, maka ada baiknya bila tidak langsung berburuk sangka pada Tuhan. Atau menuduh Tuhan tidak adil. Atau mengira hidup akan seperti ini terus.

Ketidaksamaan maksud Tuhan dengan keinginan kita inilah yang mengantarkan kita sering kali menjumpai banyak sekali kenyataan hidup yang kemudian kita anggap sebagai “kebetulan” dan “ketidaksengajaan” dalam hidup ini. Setiap kejadian apapun yang kita anggap “tidak sengaja” atau “kebetulan” sebenarnya menjadi bukti nyata bahwa kita memang benar-benar tidak mampu merancang dan mengatur dengan sengaja kejadian tersebut sedetil mungkin sesuai selera kita.

Tanpa mendahului Yang Maha Kuasa, sepertinya Ema Munirah telah berhasil mengarungi Universitas Kehidupan dengan harapan akan diwisuda serta memperoleh hasil yang gemilang….. Semoga beliau selalu ada dalam lindungan Allah SWT selamanya. Amien yra.

Dipublikasi di Anak, Ayah, Bandung, Ibu, Inspirasi, Kebijakan, Keluarga, Pemikiran, Pribadi, Tokoh | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Bekal nasi kuning sangray untuk makan siang

12068772_10207678897800858_6173018246915520858_o

Bekal nasi kuning sangray untuk makan siang….

Mungkin saja dulu Amerika bisa menjadi negara industri termaju karena budaya “Makan siang kantong coklat” (brown bag lunch)….. Mereka berbagi makanan juga pengetahuan dan kompetensi yang membuat hubungan antar bawahan dan atasan makin erat dan kooperatif … Ada emosi, keyakinan dan kesatuan tindakan di sana…

Apa itu Makan siang kantong Coklat (brown bag lunch)?
Makan Siang tas coklat adalah pertemuan informal yang terjadi di tempat kerja pada umumnya sekitar jam makan siang. Pertemuan jenis ini disebut sebagai pertemuan tas cokelat atau seminar tas cokelat karena peserta biasanya membawa makan siang mereka, yang sering dikemas dalam kantong kertas cokelat.

Pertemuan semacam ini biasanya terjadi di kantor atau ruang konferensi. Mereka tidak perlu harus diadakan selama jam makan siang dan dapat terjadi kapan saja selama hari kerja atau setelah jam kerja.

Memahami Pertemuan Brown Bag
Pertemuan tas Brown adalah sesi pelatihan dan pembelajaran informal yang ditawarkan oleh pemberi kerja kepada staf mereka. Pertemuan-pertemuan ini juga disebut sesi makan siang dan belajar.

[Penting: Bergantung pada topiknya, pengusaha dapat memutuskan untuk membawa karyawan atau orang lain dari luar untuk bertindak sebagai pembicara atau pemimpin rapat].

Pertemuan tas coklat adalah cara yang efisien dan langsung bagi perusahaan untuk menghemat uang saat melatih atau memberi tahu staf. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa karyawan akan membawa makan siang mereka ke rapat. Pertemuan formal biasanya dipenuhi atau diadakan di luar kantor, dengan perusahaan menanggung semua biaya makan. Tergantung pada jumlah peserta, biaya ini dapat menjadi signifikan.

Organisasi lain, seperti lembaga nirlaba dan akademik, juga menawarkan pertemuan tas cokelat. Pertemuan-pertemuan ini biasanya informatif, berkisar dari satu hingga empat jam, dan memiliki sedikit peserta.

Di Indonesia pun, budaya berbagi ini sudah tenggelam di telan zaman… Jangankan di kantor, di tempat tinggal kita pun, hal ini kadang dianggap aneh… Kita lebih sering makan fastfood atau amigos (agak minggir got sedikit) …Atau di lingkungan kita, makanan berlebih sering dibuang karena kalau dibagi ke tetangga takut menimbulkan kesan negatif…

Kita manusia, tidak hanya bisa hidup dengan hal yang bersifat material atau komersial… Kita butuh kebersamaaan mendalam atas hidup dan kehidupan demi peradaban anak cucu yang mewarisi lingkungan dan kemanusiaan…..

Dipublikasi di Ayah, Bandung, Inspirasi, Jakarta, Keluarga, Kerja, Makanan, Pemikiran, Pribadi, Sosial | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pengaruh Super Power di Indonesia, Semoga Bukan Gajah Berkelahi Pelanduk Mati Di Tengah-Tengah

Negara adidaya Amerika Serikat membangun kedutaan besarnya di Jakarta. Bukan sekadar merenovasi bangunan lamanya yang ada di Jl. Merdeka Selatan, tapi membangun gedung mewah dan megah setinggi 10 lantai, dengan luas 36.000 meter persegi (3,6 hektar). ‘Ini menjadi gedung kedubes AS terbesar ketiga di dunia setelah di Baghdad, Irak, dan Islamabad, Pakistan.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia telah lama dikurangi potensinya, ”tulis Joshua Kurlantzick, analis senior untuk Asia Tenggara di Dewan Hubungan Luar Negeri dalam Laporan Khusus Dewan America. “Alih-alih mencari tujuan yang tidak mungkin,” Kurlantzick berpendapat, “kedua negara harus merangkul pendekatan yang lebih transaksional,” berfokus pada “tiga tujuan keamanan terpisah – meningkatkan pencegahan di Laut Cina Selatan, memerangi gerilyawan yang radikal, dan memerangi pembajakan dan kejahatan transnasional lainnya di Asia Tenggara. ” jelas Joshua Kurlantzick.

Center for Preventive Action CFR, menyatakan bahwa “Indonesia bisa menjadi mitra keamanan penting dan tujuan yang lebih besar untuk investasi dan perdagangan AS dalam beberapa tahun mendatang.” Kurlantzick menjelaskan bahwa hubungan dengan Jakarta “mencapai tujuan-tujuan penting bisa menjadi aset jika hubungan Washington dengan negara-negara mayoritas Muslim lainnya akan terancam dengan mengubah kebijakan imigrasi AS. Menjaga hubungan yang produktif dengan negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia ini dapat membantu para pejabat AS berpendapat bahwa kebijakan imigrasi yang baru bukanlah penghalang untuk bekerja dengan negara-negara mayoritas Muslim tetapi hanya upaya untuk menghentikan gerilyawan memasuki Amerika Serikat.

ilain fihak, di sebelah Utara kepulauan Natuna, beberapa tahun belakangan China gencar menggelontorkan duit buat membangun pulau-pulau reklamasi yang dijadikan pangkalan militer. Beberapa waktu lalu mereka juga sudah mengirim pasukannya ke sejumlah fasilitas militer.

Bagaimana Indonesia menjaga ketegangan maritim dari mendefinisikan hubungannya dengan Cina Richard Heydarian menulis bahwa ketika negara Asia Tenggara mulai menyatakan minatnya, negara itu dapat berselisih dengan Beijing Untuk saat ini, kebijakan standar Jakarta adalah untuk memperkuat peran negara sebagai kekuatan penyeimbang di antara kekuatan-kekuatan yang bersaing.

“Biarkan dia tidur, karena ketika dia bangun dia akan mengguncang dunia,” Napoleon Bonaparte pernah mengatakan tentang potensi China yang tak terukur. Akan tetapi firasat kaisar Prancis ini dapat juga berlaku untuk Indonesia, yang merupakan jantung dari wilayah “Indo-Pasifik”, kerangka kerja geopolitik baru yang dominan di abad ke-21. Ketika Indonesia mulai menegaskan kepentingannya sepadan dengan bobot geopolitiknya yang semakin meningkat, Indonesia dapat segera berselisih dengan kekuatan angkatan laut yang muncul, khususnya Cina.Untuk saat ini, kebijakan default Indonesia adalah memperkuat perannya sebagai kekuatan penyeimbang di antara kekuatan yang bersaing. Naluri keras kepala untuk ketidaksejajaran ini sepenuhnya dipamerkan selama Forum Geopolitik Jakarta Kedua yang baru-baru ini diadakan, yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas) yang berpengaruh, yang mempertemukan para pakar dari seluruh Indo-Pasifik untuk membahas masa depan mega region

Ada pertanyaan dan pernyataan strategis yang mengganjal:

  • – Apakah fasilitasnya harus sebesar itu?
  • – Tidak mungkinkah itu akan difungsikan untuk kegiatan lain?
  • – Soalnya melihat arah kebijakan Amerika Serikat dan China belakangan, sangat mungkin fasilitas ini menjadi markas baik untuk intelijen atau militer.
  • – Bagaimana sikap dan posisi Indonesia menghadapi hal ini?
  • – Apakah kita sebagai bangsa siap bila ada eskalasi dari kedua super power tersebut?

Dipublikasi di Indonesia, Leadership, Pemangku Kepentingan, Pemikiran, Politik, Sosial, Tokoh | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pemberi jasa yang memberikan pelayanan dengan prinsip kepuasan customer dari dirinya

71026171_10219953601220772_513138078068506624_n

Seringkali kita melakukan transaksi dalam kehidupan sehari-hari. Namun jarang kita menemukan pemberi jasa yang memberikan pelayanan dengan prinsip kepuasan customer dari dirinya.

Abang ojol ini misalnya, saat pertama kali bertemu sudah memberikan informasi yang lengkap tentang pelayanan yang akan dilakukannya. Walaupun sekarang sudah mulai jarang, Kang Ahmad sudah menawarkan masker yang saya tolak dengan halus. Saat memakai helm, tercium aroma parfum asli yang bukan bau tujuh rupa sehingga bisa menimbulkan sebuah rasa bahagia. Pemilihan rute dan kecepatannya juga oke sesuai kaidah-kaidah safety defense riding.

Ketika sampai tujuan saya sampaikan penghargaan sebagai bagian “basa mah teu meuli”. Tatkala merating saya berikan 7 bintang, 5 melalui aplikasi dan 2 dari hati saya. Tak lupa juga tip saya haturkan kepadanya yang telah mengantarkan dengan aman dan nyaman.

71343532_10219953601620782_3515571035472658432_n

 

Dipublikasi di Bandung, Innovation, Inspirasi, Jakarta, Kerja, Pemikiran, Pribadi, Sosial | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Arnold Darwin, Sobat dalit ti SMP Negeri 5 Bandung

13241213_10209373139915852_5435431897488963737_n
Salah sawios sobat anu Dalit ti SMP nyaeta Arnold Darwin.

Teu aneh Darwin ti SMP Negeri 5 Bandung sok jail.. Abdi pernah moncor di Taman Lalu Lintas – Ade Irma Suryani, biasa lah asa jiga dina The Adventures of Huckleberry Finn (novel) … Dikekeak di sakola nepi beureum beungeut …. Komo ieu sakola elite, maenya moncor 😀

Edaaas… Awas lah ari Darwin tos nga-roasting abdi teh…. Darwin mah sok sentimen ka abdi dari dulu :-p

Tos dibales teu kahaja… Pas SMA Negeri 5 Bandung, di Jalan Aceh, Bandung kawetankeun belokan Taman Maluku ngagero aya banci, terus abdi nu di kanan, belok kiri pas Darwin lurus.. Puguh atuh motorna kasered dugi ka geubis…. Akhirna pananganna barared… Hapunten nya …..

Karesep jelema teh beda-beda. Saperti Darwin jeung simkuring. Kajeun sobat dalit, pangresepna mah teu sarua. Nu saurang resep pisan kana maen bal. Ari nu saurang deui resep ngojay. Ceuk nu hiji , keur naon ngojay, kalieur-lieur sirah

Ayeuna tepang deui saatos 34 tahun…. Silih gabrug bari angger heureuy kuli, tapi sopan… Nuhun Win, Mugia kabarokahan salamina nyarengan…. Amien yra…..

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209373127355538&id=1544605127

https://www.youtube.com/watch?v=jCa1Mg0lpFY

Dipublikasi di Bandung, Canda, Jakarta, Pribadi, Sahabat, Sunda, Tokoh | Tag , , , | Meninggalkan komentar