Muararajeun….Tempat Lahir Beta…..

Sudah lama saya tinggal di daerah ini…yaitu sejak saya dilahirkan oleh ibu tercinta. Namun tempat ini sulit untuk dilupakan dan ditinggalkan karena beberapa hal:
  1. Aman:
    • Karena lingkungannya yang masih relatif homogen, kami masih mengenal warga di sekeliling rumah. Hal ini memudahkan “Komando Teritorial” dengan warga sekitar.
    • Kawasan ini seperti perumahan cluster (keren ya…), walaupun ada beberapa “lubang tikus”, namun mudah diawasi dengan hubungan yang baik dengan warga sekitar Muararajeun.
  2. Tidak sulit air bersih:
    • Kawasan ini dilalui oleh pipa air minu dari PAM yang cukup baik. Rumah kami misalnya, airnya mengalir 24 jam sehari….
    • Karena tanahnya kebanyakan terdiri dari cadas dan tanah pasir, maka kandungan air bersih dalam tanahnya mencukupi. Hanya saja kawasan ini, seperti tempat lain di Bandung, juga mengalami penurunan air tanah cukup signifikan.
  3. Relatif berada ditengah kota:
    • Jarak dari pusat kota ke kawasan ini adalah ~ 3 KM dan berada 1 KM di tenggara Gedung Sate atau Gasibu. Hal ini memudahkan kami untuk melakukan perjalanan ke semua area kota Bandung.
    • Hal ini pula yang menjadi pertimbangan tinggal disini agar putra putri kami tidak jauh dari sekolah mereka. Dalam kondisi normal, sekolah putra putri kami masing bisa ditempuh dalam waktu 15 dan 5 menit dar rumah.
  4. Bukan daerah macet:
    • Selain lokasinya dekat pusat kota, daerah ini juga tidak mengalami macet pada hari kerja maupun libur. Alasan ini pula yang menyebabkan kami pindah dari rumah di Antapani yang dibeli (tepatnya: Ngiridit) saat masih bujangan….
    • Hanya saja setelah dibangunnya Jembatan Layang Paspati, Jalan Supratman sebagai akses utama ke daerah ini jadi ramai dan perlu berhati-hati untuk menyebranginya terutama bagi anak-anak.
  5. Dekat dengan rumah orang tua:
    • Kepindahan kami dari rumah di Antapani juga disebabkan kami ingin tinggal dekat kakek dan nenek…..agar bisa giliran menjaga beliau berdua yang sudah uzur….yang notabene dekat rumah orang tua juga….
    • Dengan kedekatan rumah dari orang tua punya keuntungan ganda bilamana harus keluar kota atau daerah cukup lama ….tidak ragu meninggalkan keluarga. Hal ini juga pada saat darurat terpaksa minta bantuan orang tua bila saya dan istri sedang sibuk di kantor dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan…
  6. Lingkungannya Tidak Kumuh:
    • Walaupun bukan daerah elit (menuru saya), kawasan ini tidak kumuh dan cukup terpelihara kebersihannnya. Sejak saya tinggal disini, kebersihannya (terutama sampah) telah dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan masalah.
    • Kebetulan permaisuri bertindak sebagai salah “unsur pemerintah lokal” (baca: bendahara RT) sehingga salah satu tanggung jawabnya dalam hal-hal pendukung masalah kebersihan ini.

That’s all…

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Anak, Keluarga, Lingkungan, Pemikiran, Pribadi dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Muararajeun….Tempat Lahir Beta…..

  1. IJAL berkata:

    Hidup muararajeun…..

  2. Irsyam berkata:

    Tanah kelahiran akan selalu menjadi tempat ternyaman …

  3. Djadja Sardjana berkata:

    Betul, rumah adalah bagian dari kembalinya jiwa…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s