Guruku Baik Sekali: Pengalaman Seorang Murid

Judul di atas saya cuplik dari film “Guruku Cantik Sekali” yang “mungkin” (baca: lupa…) pernah saya tonton. Namun saya akan coba menceritakan pengalaman pribadi sebagai murid yang saya rubah konteksnya……….

Saat di TK Silih Asih ~40 tahun yang lalu, saya masih ingat gurunya adalah Ibu Koyon. Tidak tahu dipanggil demikian…namun yang saya tahu beliau sangat cinta profesinya dan juga anak didiknya. Beliau juga dikenal ramah dan supel diantara warga Muararajeun dan sering terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Karena lokasi TK ini tidak jauh dari rumah, beliau kenal juga dengan orang tua saya……..Yang mengesankan, pernah suatu kali saya diantar pulang ke rumah karena menangis pada hari pertama sekolah…..Suatu tindakan yang “normal” bagi seorang guru TK, namun sangat berkesan bagi saya. Kenangan yang lain adalah ketika saya beranjak remaja, betapa sedihnya beliau (dan juga saya), saat TK tersebut harus dibubarkan karena gedung (tepatnya ruangan) TK tersebut bukan milik sendiri (atau yayasan), namun menumpang pada salah satu rumah di komplek perumahan dinas……Cerita sederhana memang…..namun tiadanya TK Silih Asih serta figur Ibu Koyon tersebut… (baca: Apalah Arti Sebuah nama???) ……Hilang pula rasa Silih Asih di “Tempat Lahir Beta“????….Mudah-mudahan tidak…..

Kenangan selanjutnya adalah ketika menyusun Tugas Akhir ketika di ITENAS. Saat itu dosen pembimbing sedang kursus bahasa di Jakarta sebagai persiapan penugasannya dari tempat beliau bekerja, saya terpaksa bolak balik Bandung-Jakarta untuk bimbingan. Suatu ketika, saya bimbingan dengan Bapak Mulawarman di rumah mertua beliau di daerah Tebet……Mungkin karena sedang Shaum (kalau tidak salah bulan Ramadhan) dan masuk angin (serta bukan dari kalangan “Road Warrior”) ….saya mulai mual-mual dan tiba-tiba muntah…..Betapa malunya saya, namun dengan sabar beliau dan istri memijit dan memberi saya minyak angin sampai kondisi saya pulih kembali (its real story)…..Suatu pengalaman yang tidak akan saya lupakan…..bahwa betapa ketulusan itu akan selalu diingat sepanjang hayat…..

Masih banyak kenangan indah dari guru saat SD, SMP, SMA maupun tingkat pendidikan lanjut yang saya ikuti….namun sebagai pembuka saya bagi cerita ini bagi pemirsa…….

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Guru, Pendidikan, Pribadi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s