Memilih Prosesor: Hikmah Perang Harga

Dikutip dari Info Komputer Edisi Desember-2007,

Memilih Prosesor: Hikmah Perang Harga

Bahan Pertimbangan
Intel atau AMD?
Jika kinerja yang utama, pilih prosesor Intel. Namun di bawah harga US$ 200, kinerja prosesor Intel dan AMD praktis sejajar.
Quad core atau dual core?
Jika Anda pengguna software multimedia (Adobe Premiere, After Effect, Maya), pilih prosesor quad core. Banyaknya inti akan mempercepat kecepatan kerja. Namun gamer dan pengguna biasa sebaiknya pilih
Mau repot overclock?
Prosesor Intel E2160 kabarnya sangat fleksibel di-overclock, bahkan menyamai kinerja Core 2 Extreme yang 10x lebih mahal. Pilih prosesor ini jika Anda mau repot melakukan overclock
Ingin lebih hemat energi?
Prosesor AMD Athlon64 Black Edition dirancang untuk bekerja dengan voltase rendah sehingga lebih dingin dan hemat energi.
Rela menunggu?
Tahun depan akan datang prosesor generasi baru, baik dari Intel maupun AMD. Kalau tidak terburu-buru, lebih baik menunggu.
Tahun 2007 ini ditandai dengan perang harga yang sengit antara Intel dan AMD. Superioritas Intel dengan prosesor Core 2 Duo-nya memaksa AMD untuk memangkas seluruh lini prosesornya agar tetap kompetitif. Namun Intel pun tidak mau kalah. Karena memiliki jajaran produk yang lebar—mulai dari prosesor quad core sampai Celeron—Intel juga leluasa memainkan faktor harga. Alhasil kini kita bisa mendapatkan prosesor bertenaga dengan harga yang menggiurkan, bahkan prosesor empat inti seperti Core 2 Quad Q6600 bisa diperoleh dengan harga di bawah US$ 300 saja.
Terjangkaunya prosesor 4 inti adalah kabar baik jika Anda adalah pengguna aplikasi multimedia seperti video authoring (Adobe Premiere, Adobe After Effect) 3D authoring (Maya, 3DSMax), atau penyunting gambar (Photoshop). Aplikasi-aplikasi tersebut sudah mendukung penggunaan prosesor multi inti, sehingga semua inti dapat bekerja bahu-membahu dan mempercepat kecepatan pemrosesan kerja. Menurut pengujian yang pernah kami lakukan, peningkatan kinerja yang terjadi berkisar antara 20-40% dibandingkan prosesor dua inti.
Jadi jika Anda banyak bergelut di aplikasi multimedia, prosesor empat inti adalah pilihan yang paling tepat. Ada 4 pilihan yang tersedia saat ini, mulai dari C2Q Q6600 (2,4Ghz, 8MB cache, FSB1066MHz) yang harganya US$ 279 sampai Intel Core 2 Extreme QX6850 (3GHz, 8MB cache, FSB1333MHz) seharga US$ 1150. Menimbang kedua prosesor tersebut menggunakan mikroarsitektur dan spesifikasi yang identik, dan cuma dibedakan pada kecepatan clock dan FSBnya, kami tidak merekomendasikan pembelian prosesor Core 2 Extreme yang mahal itu. Lebih baik Anda memilih Core 2 Quad Q6600 dan Q6700 yang harganya lebih terjangkau.
Kalaupun ingin kinerja yang lebih cepat lagi, Anda bisa melakukan overclock ke prosesor-prosesor tersebut. Situs Hexus.net berhasil meningkatkan kecepatan Q6700 dari angka semula 2,66Ghz menjadi 3Ghz tanpa harus melakukan modifikasi di sisi voltase. Bahkan jika Anda lebih serius melakukan overclock, Q6700 bisa menembus kecepatan 3,4GHz, atau 11% di atas kecepatan prosesor Intel terbaik yang ada saat ini.
Namun jika merasa prosesor empat inti terlalu bagus (dan terlalu mahal) buat kebutuhan komputasi Anda, silakan pilih prosesor dua inti. Pada segmen ini, pilihannya sangat beragam, baik dari Intel maupun AMD. Mana yang dipilih, Intel atau AMD? Sebenarnya tidak jadi soal. Hikmah dari perang harga antara Intel dan AMD adalah keduanya memposisikan prosesor dengan performa yang setara pada kisaran harga yang sama. Ambil contoh Athlon64 X2 6000+ dan Intel Core 2 Duo E6550 dibandrol di kisaran harga US$ 180, dan keduanya memiliki performa yang mirip. Jadi prosesor manapun yang Anda pilih, akan memberikan kinerja yang sama.
Namun hitung-hitungan itu terbatas pada prosesor di bawah harga US$ 200. Di atas angka itu, Intel praktis tidak memiliki lawan sehingga Anda tinggal memilih antara Intel E6600, E6700, E6750, dan E6850. Pilihan paling seimbang antara harga dan performa adalah E6750 yang saat ini dibandrol di kisaran US$ 237. Di atas itu, harganya sudah mendekati prosesor empat inti, jadi lebih baik langsung beralih ke prosesor empat inti.
Untuk prosesor di bawah harga US$ 100, Anda harus melirik Pentium E2140, E2160, dan E2180. Jajaran prosesor berlabel Pentium E2xxx ini dibangun dari mikroarsitektur Core (seperti halnya prosesor Core 2 Duo), namun dengan beberapa pengurangan spesifikasi. Contohnya FSB cuma 800MHz, L2 cache cuma 1MB, serta tidak mendukung VT (virtualisasi). Namun kehebatan prosesor seri ini adalah kemampuan overclock-nya yang sangat tinggi. Situs seperti Anandtech, Tomshardware, dan Legion Hardware berhasil menaikkan frekuensi E2160 sampai 3,6GHz cuma dengan pendingin biasa. Jadi jika Anda mau sedikit repot melakukan overclock, burulah E2160.
Namun perlu dicatat, tahun depan akan datang prosesor generasi baru. Intel akan meluncurkan prosesor dengan mikroarsitektur Penryn yang dibuat dengan proses fabrikasi 45nm. Kata Intel, prosesor baru ini akan lebih bertenaga sekaligus lebih dingin dibanding prosesor Core 2 Duo yang ada saat ini. AMD pun akan meluncurkan generasi terbaru prosesor mereka yang disebut Phenom. Prosesor ini revolusioner karena berarsitektur 4 inti dan masing-masing inti adalah bagian yang terpisah (bandingkan dengan Intel yang 2×2 atau gabungan dua buah inti prosesor dua inti). Jadi kalau tidak terburu-buru, lebih baik menunggu prosesor generasi terbaru ini.
REKOMENDASI KAMI
Prosesor
Kisaran Harga
Keterangan
Intel Pentium E2160
US$ 85
Harganya murah namun perkasa untuk di-overclock
AMD Athlon64 X2 BE-2300
US$ 97
Harganya memang sedikit lebih tinggi dibanding prosesor dengan kinerja sekelas, namun dikompensasi dengan konsumsi daya yang minim
Intel Core 2 Duo E4400
US$ 128
Pilihan bagus untuk kisaran harga di bawah US$ 150. Meskipun FSBnya cuma 800MHz, namun mudah di-overclock.
Athlon64 X2 6000+
US$ 180
Prosesor terbaik AMD ini dibandrol dengan harga cukup realistis, dan mampu menandingi Intel seri E6550
Intel Core 2 Quad Q6600
US$ 279
Prosesor empat inti paling terjangkau, cocok untuk pengguna aplikasi multimedia

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Business, Ilmiah, Manajemen, Telematika, Wirausaha dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s