Pojok Pendidikan Mengabdi: Ketika Tangis Pendidik Menjadi Bermakna

Hari ini kami dari Komunitas “Pojok Pendidikan”   mendapatkan amanah untuk memberikan pelatihan bagi guru2 SD Kecamatan Cileunyi. Tema kegiatannya adalah “Pendidikan Kreatif Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)”.  Adapun agendanya adalah:

08.00-09.00 pembukaan

09.00-10.30 Filosofi Pendidikan Kreatif (Djadja Sardjana)

10.30-11.30 Pemanfaatan TIK dalam pembalajaran dan framework Pojok Pendidikan (Asep Tsauri)

11.30-12.00 Persiapan Teknis (Tim)

12.00-13.00 Istirahat

13.00-14.00 Dasar2 Windows, Manajemen File, dll (Tim)

14.00-14.30 Demo Jamboreee Boardgame Pojok Pendidikan tentang pramuka  (Asep Tsauri)

Alhamdulllah ya, walapun harus sabar dan tawakal, membimbing bapak & ibu guru SD KKG di Cileunyi itu sesuatu banget karena mereka dengan segala keterbatasan bersemangat mengikuti acara ini sampai selesai. Yang berkesan adalah Sesi “Filosofi Pendidikan” jadi klimaks ketika salah seorang Guru (Ibu Ai) menangis ingat almarhumah gurunya tatkala diminta menulis “Pernyataan Filosofis Pendidikan Pribadi“.

Beliau terkesan atas jasa dan hikmah yang telah diberikan oleh almarhumah gurunya (Ibu Enung) yang memberi semangat agar ia bisa mencapai cita-citanya menjadi seorang guru SD. Dengan sesenggukan Ibu Ai menceritakan betapa Ibu Enung telah menjadi idola serta menanamkan arti dan makna seorang guru pada anak didiknya.

Bagi saya pribadi, tangis ibu guru di atas pd gurunya pada kesempatan pelatihan bagi guru2 SD di KKG Cileunyi ini meneguhkan niat terus menjadi pendidik. “Deep in my heart”…. Itulah hakikat, jalan & makna kehidupan yang ingin saya raih ke depan……

Saya juga menghidmati gerakan @pojokpendidikan bahwa “Benih-benih amal yg ditanam telah mulai tumbuh menjadi bunga-bunga harapan bagi #GuruKreatif yg didambakan” ……. Amin Ya Robbal Alamin …..

Artikel Terkait:

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Diklat, Filosofi, Guru, Ilmiah, Pemikiran, Pendidikan, Pojok Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Pojok Pendidikan Mengabdi: Ketika Tangis Pendidik Menjadi Bermakna

  1. Ping balik: Pojok Pendidikan Mengabdi: Terima Kasih Kami Untuk Pendidik Dengan Sepenuh Hati | Rumahku Di Dunia Maya

  2. Ping balik: Pojok Pendidikan Mengabdi: Terima Kasih Kami Untuk Pendidik Dengan Sepenuh Hati « Pendidikan: Benteng Terakhir Peradaban Manusia

  3. Ping balik: Pojok Pendidikan Mengabdi: Terima Kasih Kami Untuk Pendidik Dengan Sepenuh Hati | State of Mind

  4. Ping balik: Pojok Pendidikan Mengabdi: Terima Kasih Kami Untuk Pendidik Dengan Sepenuh Hati « Berusaha Merubah Jalan Buntu Menjadi Sesuatu

  5. Ping balik: Pojok Pendidikan Mengabdi: Terima Kasih Kami Untuk Pendidik Dengan Sepenuh Hati « Blog Dosen Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s