Manajemen: Kreatifitas dan Inovasi Nyawa Suatu Institusi dan Organisasi

Orang sering mengartikan berpikir kreatif hanya untuk pekerjaan yang ada hubungannya dengan seni. Ini adalah salah persepsi dan miskonsepsi. Dr. Edward de Bono, pakar dunia tentang berpikir kreatif mengatakan, kualitas berpikir kita menentukan masa depan kita. Edward De Bono lahir di Malta, dan lulus sebagai dokter dan psikologi. Kemudian bekerja di bidang medis selama 48tahun. 
Banyak persepsi yang terbentuk sekarang ini, yang menyatakan bahwa Kreatifitas itu adalah bawaan dari lahir atau bakat alami. Tetapi menurut pendapat Edward De Bono, Kreatifitas itu bisa dirancang. Otak manusia tidak dirancang untuk menjadi Kreatif. Otak dirancang untuk membuat pola-pola rutin, lalu mengenakannya serta mengikuti pola-pola tersebut.Itulah mengapa hidup itu mudah dan memungkinkan. Boleh jadi kita memerlukan pola-pola rutin itu sebesar 98% selama hidup ini dan hanya 2% untuk menjadi kreatif.
Pada tahun 1970-an dia mengubah persepsi orang tentang kreativitas dengan konsepnya Lateral Thinking. Pada dasarnya otak tidak didesain untuk kreatif. Namun dengan penerapan tools dari Lateral Thinking tools, otak dapat dilatih untuk bergerak menyamping dari pola yang sudah ada. Akibatnya ini akan membuka persepsi, konsep dan gagasan-gagasan baru.
Apa beda kreativitas dengan inovasi bagi suatu Institusi dan Organisasi? Kreativitas adalah proses melahirkan ide atau gagasan. Proses ini merupakan perpaduan dari motivasi, waktu, usaha dan pengetahuan. Sementara inovasi sering kali diartikan sebagai ide yang aplikatif dan tindakan yang mendatangkan hasil. Kreativitas adalah produk berpikir divergen, sedangkan inovasi adalah hasil dari berpikir konvergen. Atau sederhananya, kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan inovasi menciptakan hal yang berbeda dari yang sebelumnya sudah ada. Kreativitas saja, dalam artian penciptaan ide ide baru, tidaklah mencukupi. Yang kita butuhkan adalah inovasi yaitu bagaimana caranya menerjemahkan sebuah ide (entah itu ide lama atau baru) kedalam sebuah tindakan. Inovasi lahir dari gabungan pengetahuan yang sudah ada dan pengembangan pengetahuan yang baru.
Untuk selanjutnya silahkan baca presentasi saya di bawah ini:
Iklan

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Business, Filosofi, Ilmiah, IMTelkom, Innovation, Lecture, Manajemen, Pemikiran, Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s