Formula Einstein dan Penerapannya Pada Prinsip Ekonomi

Formula Einstein E = mc2 dapat diterapkan pada prinsip ekonomi. Dengan sedikit adaptasi teori, kita ketahui, perubahan salah satu kekuatan/energi ekonomi ke bentuk lain dari kekuatan/energi ekonomi tidak dapat mengubah jumlah total ekonomi. Prinsip dasar ekonomi yang mengambil keuntungan/laba besar dari modal/saham kecil hanya dapat diterapkan pada waktu dan atau wilayah sangat terbatas.

Pada jurnal berjudul “The Great Depression. George Bush vs Einstein on economic policy“, dikatakan bahwa Albert Einstein adalah salah satu matematikawan terbesar abad sebelum ini. Jurnal tersebut menentang klaim yang dilakukan oleh Ronald Reagan atau George W. Bush perihal pertumbuhan ekonomi. Ayahnya, George Bush Senior, menyebut “teori ekonomi menetes turun” (trickle down economic theory) sebagai ‘ekonomi voodoo’ ketika ia menantang Reagan untuk nominasi partainya, tapi menjadi diam setelah terpilih menjadi Wakil Presiden. Menurut Einstein  “teori ekonomi menetes turun” (trickle down economic theory) adalah kebijakan ekonomi yang tidak layak sama sekali, juga bukan cara untuk menciptakan pekerjaan. Ini hanya transfer atau pemindahan kekayaan, dengan konsekuensi bencana, termasuk pada akhirnya hilangnya manfaat dan keuntungan bagi banyak fihak. Reaganomics, seperti yang akhirnya disebut, membutuhkan waktu sekitar lima belas tahun untuk mulai menghancurkan perekonomian sehingga berdampak berdasarkan pengalaman kita sekarang.

“Depresi Besar (Great Depression)” adalah kejadian yang biasa dalam perekonomian Amerika tahun 1800-an, berulang secara berkala sepanjang abad, membawa kesedihan bagi bangsa di dunia lagi dan lagi. Depresi Besar yang paling terkenal, dimana orang biasanya merujuk ke saat menggunakan istilah, adalah depresi terkenal yang berlangsung sepanjang dekade tiga puluhan. Karena analisis ekonomi melibatkan matematika dan angka-angka, Albert Einstein menggunakan bakatnya untuk menganalisis penyebab “Depresi Besar” ini. Apa yang dia temukan adalah bahwa Depresi Besar disebabkan oleh apa yang disebut sebagai ‘pekerja yang dibayar murah serta tidak memberikan pasar yang menguntungkan’ (yang menyebabkan hilangnya keuntungan dan aset di zaman itu) serta “motif keuntungan, dalam hubungannya dengan kompetisi di antara kapitalis yang bertanggung jawab dalam akumulasi ketidakstabilan  dan penggunaan modal yang mengarah ke depresi semakin parah”.

Apa yang dimaksud di sini adalah begitu banyak uang menumpuk di atas karena para kapitalis bersaing keras untuk siapa yang dapat menjadi terkaya yang akhirnya bagian bawah perekonomian jatuh dan ambruk, dimana pasar tidak lagi dapat didukung karena ketidakseimbangan dalam distribusi kekayaan. Hal ini menghasilkan kejenuhan barang di pasar yang tidak dapat dijual yang menghasilkan deflasi harga serta mengakibatkan hilangnya keuntungan selanjutnya pemutusan hubungan kerja (PHK)  yang kemudian mengarah ke kerusakan lebih lanjut di pasar sebagai spiral ekonomi yang mengarah menjadi bencana. Depresi besar tidak disebabkan ketika gelembung pasar saham meledak, melainkan ledakan gelembung hanyalah reaksi terhadap keruntuhan di pasar (gejala dan bukan sebab). Depresi Besar disebabkan oleh transfer besar kekayaan pada sebuah minoritas kecil di puncak piramida, yang seperti Einstein mengatakan, penyebab ‘ketidakstabilan’ dalam ‘pemanfaatan modal’ yang kemudian menghasilkan ‘depresi semakin parah’ dengan keparahan depresi berkorelasi langsung dengan tingkat ketidaksetaraan pendapatan yang telah berkembang di masyarakat.

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Business, Filosofi, Innovation, Leadership, Manajemen, Pemikiran, Pendidikan, Pribadi, Tokoh dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s