Komjen Oegroeseno (Kepala LemdikPolri): e-Learning adalah Pemerataan Pendidikan bagi Polisi

Kemarin saya dan rekan-rekan dari COMLABS-ITB berdikusi dengan Komjen Oegroeseno (Kepala LemdikPolri) yang menurut kami pemikiran beliau visioner dan revolusioner dalam pendidikan untuk polisi. POLRI berencana untuk mendirikan sebuah gelombang baru sistem pembelajaran  yang fleksibel dengan menggunakan teknologi untuk menyediakan lingkungan belajar “multi-faceted” yang melayani berbagai peserta didik siswa dengan berbagai jenis keterampilan dan tingkat pembelajaran. Meskipun sistem pembelajaran yang baru akan membangun perangkat tambahan teknologi, mereka juga akan memperluas penggunaan teknologi untuk kelas tradisional yang sudah ada serta menyediakan lingkungan belajar yang unik yang fleksibel dan pribadi untuk semua siswa. Mereka juga akan berusaha model ini ditiru oleh lembaga pendidikan kedinasan lainnya di Indonesia. 
Dalam rangka memaksimalkan akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi bagi semua siswa untuk berbagai keterampilan belajar dan pengalaman mereka yang berkembang dari beragam latar belakang, institusi pendidikan POLRI harus menyediakan instruktur, siswa serta SDM pendukung, metodologi dan peralatan infrastruktur yang tepat . POLRI akan melakukan investasi dalam sistem manajemen pembelajaran dengan konektivitas internet yang baik di seluruh institusi pendidikannya. Dengan program ini, POLRI akan mengambil langkah selanjutnya yang memungkinkan untuk membangun “ruang belajar virtual” untuk memberikan hasil pembelajaran yang optimal untuk mengadaptasi perubahan dalam dunia modern. 
Menurut Komjen Oegroeseno (Kepala LemdikPolri)  ada beberapa hal yang  menjadi pemikiran penggunaan e-Learning untuk pembelajaran dan pelatihan POLRI sebagai berikut::
  1. Pendidikan adalah pemerataan bagi polisi yang berlandaskan “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”.
  2. Kata kunci strategis e-Learning adalah “memotong jalur KKN” bagi polisi yang punya kecerdasan dan kemampuan untuk meningkatkan profesionalisme walaupun punya keterbatasan dana.
  3. e-Learning dan Knowledge Management dapat digunakan sebagai bagian dari proses menuju terintegrasinya pengukuran kinerja.

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Anak, E-Learning, Filosofi, Ilmiah, Kebijakan, Leadership, Lecture, Manajemen, Pemikiran, Pendidikan, Telematika, Tokoh dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s