Kenaikan BBM dan Wafatnya Wakil Menteri ESDM

Kita ketahui beberapa waktu yang lalu timbul perdebatan adanya rencana kenaikan BBM. Setiap kali pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM, setiap kali penolakan masyarakat terjadi di berbagai kota. Padahal, harga BBM di Indonesia hampir pasti akan selalu dipengaruhi gejolak harga minyak dunia karena negeri ini telah menjadi importir minyak akibat kebutuhan lebih tinggi dari produksi.

Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia sudah mengalami tiga kali kenaikan mencolok harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut mendesak pemerintah menaikkan harga BBM, yakni pada tahun 2005 dan tahun 2008. Pada 1 April 2012, pemerintah tadinya akan menaikkan lagi harga BBM bersubsidi dengan alasan sama, yakni mengamankan anggaran pendapatan dan belanja negara. Tanpa menaikkan harga BBM, besar subsidi dapat mencapai Rp 191 triliun.

Dikutip dari Detik.com, saat itu muncul figur yang menonjol yaitu Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo. Beliau muncul terutama saat pembahasan kenaikan BBM bersubsidi lalu. Widjajono dianggap salah satu orang yang paling berani untuk menjelaskan masalah yang menjadi kontroversi itu ke publik.

“Saya mengenal almarhum adalah seorang yang memiliki pikiran strategis dan idealisme yang tinggi. Utamanya di bidang pembangunan energi dan pengembangan energi nasional kita,” kata SBY saat menyampaikan sambutan di rumah duka, Jl Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (22/4/2012).

SBY sudah merasakan semangat kerja guru besar ITB itu sejak direkrut menjadi wamen 6 bulan lalu. Sejak itu, dia aktif membantu pemerintah menyusun strategi dan pengembangan energi nasional, terutama saat usulan perubahan APBN 2012 yang berimbas pada kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Kita juga menyaksikan ketika terjadi kontroversi tentang kenaikan harga BBM, almarhum dengan penuh tanggungjawab dan keberanian menjelaskan dengan jernih mengapa harus ada perubahan APBN, mengapa harus ada efisiensi energi, untuk kepentingan kita semua, untuk kepentingan ekonomi di masa depan,” jelas SBY.

Hal itu, kata SBY, dilakukan tanpa pamrih dan kepentingan pribadi. Widjajono bertanggung jawab sebagai abdi negara dan bagian dari penyusunan kebijakan publik.

“Itu adalah catatan abadi yang tidak akan pernah saya lupakan. Itu bagian dari sejarah,” terang SBY yang tampil dengan pakaian serba hitam.

Di lain fihak, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy menyebut almarhum Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo diselamatkan Tuhan saat kisruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Sekarang di tengah kegalauan kebijakan pemerintah ttg BBM bersubsidi, kita kehilangan seorang pejabat, sekaligus pakar ekonomi energi yang belum ada duanya. Saya yakin beliau disayang Allah, karena dipanggil ke haribaan-Nya, di tengah pergumulan terakhirnya soal kebijakan BBM bersubsidi, yang saya yakin semakin kini semakin menjadi pertarungan banyak kepentingan,” ujar Romy dalam rilisnya kepada INILAH.COM, Minggu (22/4/2012).

 

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Islam, Kerja, Leadership, Manajemen, Pemangku Kepentingan, Pemikiran, Pribadi, Tokoh dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s