Pendukung Fanatik Calon Presiden dan Wakil Presiden

Gambar dari http://posronda.net/

Gambar dari http://posronda.net/

Seperti yang saya sampaikan di sini, bahwa dalam persoalan pendidikan politik,  bukan hanya masalah penyuluhan bagaimana caranya menyoblos yang baik dan benar. Pendidikan politik harusnya menjadi lebih luas daripada sekedar penjelasan hal-hal normatif yang sistemik. Maraknya pelanggaran pemilu yang tidak disadari sebagian warga, mulai dari membawa anak-anak ke kampanye hingga politik uang, adalah bukti bahwa pemilu menjadi momentum prosedural semata untuk meramaikan sesuatu yang kita beri nama demokrasi. Refleksi masyarakat kritis yang dapat membangun negara seyogyanya dapat dilihat dari tanggapan mereka terhadap kampanye politik calon pemimpin.

Codes, Colours, Chemistry

Jadi tadi sore saya berbincang dengan seorang teman di salah satu media sosial. Dia berkata, semula ia hendak memilih Jokowi, tetapi karena kesal pada kelakuan para pendukung beliau di media sosial, dia justru akan memilih Prabowo. Bukan karena dia percaya pada visi Prabowo, bukan karena dia tidak menyukai program-program Jokowi; sekedar karena kesal (dan ingin membuat kesal) para pendukung Jokowi.

Lihat pos aslinya 1.071 kata lagi

Tentang djadja

Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Pos ini dipublikasikan di Inspirasi, Kebijakan, Leadership, Pemangku Kepentingan, Politik, Tokoh dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s